Menanti sebuah pelangi

Hujan di luar rumah belum juga reda.
Menambah rasa merinding di malam ini.
Kilat pun bergantian menyambar bumi.
Menguatkan kegelisahan dalam hati.

Karena cinta, lagi-lagi cinta.
Yang tak kunjung berubah.
Setelah ungkapan rasa,
Terangkai dalam kata-kata yang indah.

Yang ada kini hanyalah mendung.
Yang menutupi indahnya pelangi.
Saat seorang kekasih,
Belum memberi jawaban yang pasti.

Iklan

Apa yang dikata orang

Hidup di negeri orang
Penuh rintangan
Selalu dicaci maki
Berkali-kali
Tanpa henti

Bekerja demi sesuap nasi
Disiksa sampai mau mati
Pemerintah seolah tak peduli
Dengan nasib kami para TKI

Katanya kalau mau jadi kaya
Haruslah kita berusaha
Tapi tipu daya pemerintah
Uang rakyat bukan untuk kita

Apa yang dikata orang
Tidaklah keliru
Apa yang dikata orang
Kenyataannya begitu

Aku bayanganmu

Bila kita tak lagi dapat bersama
Hari ini dan selamanya
Mungkinkah kita akan bisa
Menahan setiap luka

Jarak yang jauh
Jadi penghalangnya
Aku sendiri yang lugu
Tak tahu harus bertindak apa

Aku hanya berharap
Agar Tuhan masih murah hati
Mengizinkan kita bersama
Meski jarak yang jauh
Jadi pembatasnya

Bolehkah aku jadi bayanganmu
Meski kita terpisah jauh
Tapi engkau masih bisa merasakan
Hadirnya aku disampingmu

Kembangkan layar

Ombak telah datang
Dari arah berlawanan
Terlihat seorang pemuda
Gagah berani menantangnya

Cobaan bertubi-tubi
Ancaman datang silih berganti
Ia tetap tegar menghadapi hari
Tanpa perdulikan nasib diri

Ia memang sering patah hati
Karena ulah kekasihnya
Yang tak tahu terima kasih
Atas pengorbanannya

Pemuda itu tetap yakin
Mendapatkan yang lebih baik
Dengan bersabar dan berdoa
Ia terus kembangkan layar cintanya
Dan berlabuh dengan pilihan
Yang terbaik dari Tuhannya

Sabarlah kawan

Jangan kau menyerah
Saat masih sendiri
Jangan kau sengsara
Jika tak punya cinta

Tengoklah matahari
Ia selalu sendiri
Tapi ia tetap tegar
Dan senantiasa bersinar

Sabarlah teman
Sabarlah kawan
Disini juga ada aku
Yang selalu menghiburmu

Jomblo itu bukanlah nasib
Tapi jomblo adalah prinsip
Agar hidup jadi damai
Tanpa perselisihan
Dengan pasangan

Hidupilah hidupmu

Kematian sudah pasti
Kehidupan pun jadi bukti
Buruknya tingkah laku
Tak bisa hilang seiring waktu

Hidupmu hidupku
Apa telah mencapai tujuannya
Meski sudah banyak kerja keras
Apakah ada manfaatnya

Jika esok sangkakala dibunyikan
Apakah kita sudah ada persiapan
Atau kita hanya bisa berlarian
Tanpa arah kesini kesana
Sambil mengucap kata
“Tuhan, maafkanlah dosa saya”

Sekarang masih ada kesempatan
Untuk memohon belas kasihan
Mari kita menghidupi hidup ini
Dengan beribadah kepadaNya
Sepanjang hari tanpa kenal lelah

Tak dihargai lagi

Aku memang tak hebat
Tapi aku tetap berusaha
Aku memang tak kuat
Tapi aku tetap bertahan

Meski banyak cobaan
Meski banyak tantangan
Tetap kulewati
Tanpa kuperdulikan

Harga diri harus dijunjung tinggi
Walau kadang menyiksa hati
Jika kematian jadi taruhan
Akan kuusahakan
Akan kupertaruhkan