Lautan rindu

Hari demi hari
Telah kulewati
Dan aku masih sendiri
Masih sendiri

Dari musim kemarau
Sampai musim hujan
Dan aku masih rindu
Masih rindu

Pergilah kenangan
Pergilah beban
Aku hanya ingin kebebasan
Seperti menari di atas awan

Coba kembali padaku
Tuk mengulang masa lalu
Masa yang penuh tawa
Bermain tanpa lelah

Adakah kasih sayang

Kata yang sangat indah
Kata yang memberi semangat
Kata yang penuh arti
Selalu keluar dari bibirnya

Ibu.. Emak.. Umi.. Bunda..
Adalah panggilan istimewanya
Dari bibir-bibir mungil
Anak-anak kandungnya

Kasih sayangnya
Tanpa henti ia curahkan
Dan pengorbanan
Entah sampai kapan ia berikan

Oh ibu
Adakah yang dapat mengalahkan
Segala kasih sayangmu
Segala keringatmu
Yang bercucuran demi anakmu

Menantimu

Telah lama
Aku lelah
Hati ini menunggu
Menantimu

Aku hanya berharap
Kau mau mengungkapkan rasa
Untuk menghapus ragu
Dalam hati kecilku

Aku ingin jawaban pasti
Bukan penantian tanpa henti
Aku selalu berdoa
Agar kita bisa bersama

Semoga kau juga merasakan
Apa yang aku rasakan
Aku tak mau memaksakan
Jika memang kau tak cinta aku

Aku sanggup bersabar
Aku sanggup menunggu
Sampai kau telah sadar
Membagi cintamu untukku

Kunanti dikau selalu
Wahai takdirku

Malam tanpa bintang

Pernakah kau melihat malam
Untuk pertama kali saja
Lihatlah keindahannya
Lihatlah betapa ramainya

Hari ini tak terlihat bintang
Yang mengisi indahnya malam
Seolah malam kali ini
Sedang sepi menyendiri

Seperti hatiku ini
Yang menderita tanpa cinta
Yang tak bisa menutup luka
Berkeluh kesah hambar rasa

Hati ini sudah tak kuat
Bila aku terus sendiri
Raga ini sudah penat
Bila harus terus begini

Mungkin Tuhan sudah menakdirkan
Seorang wanita yang lebih mulia
Dan yang lebih soleha
Dari yang sebelumnya
Semoga saja… Semoga saja…

Hadiah dari langit

Telah hilang kebahagiaan
Bersama dengan kehidupan
Manusia hanya bisa menunggu
Saat masa depan menjadi debu

Langit sudah tak kuat
Langit sudah tak lagi hebat
Melihat manusia yang kurang moral
Manusia yang tak punya akal

Pohon-pohon ditumbangi
Tanaman-tanaman diinjaki
Apa kita tak punya harga diri
Atau kita tak takut mati

Takdir Tuhan tak bisa diganti
Waktu pun tak dapat diputar kembali
Hadiah dari langit sudah pasti
Yaitu manusia akan merugi

Sang penjelajah galaksi

Cobaan
Tantangan
Semua bisa dilewatimu
Tanpa ada beban

Meski banyak hujatan
Dan cercaan
Tetapi engkau tetap bertahan
Sebab engkau tak peduli
Dengan hal seperti ini

Siapa dirimu
Dengan banyak kesabaran
Seperti tembok China
Yang tak tertandingi kokohnya

Apa mungkin engkau orang masa kini
Mungkinkah orang masa lalu
Atau engkau adalah orang masa depan

Dengan kesabaranmu
Dengan kepedulianmu
Dengan ketabahanmu
Dan juga semangatmu

Kami mencoba memprediksi
Engkau adalah sang penjelajah galaksi
Yang ingin merubah masa depan
Karena perilaku kami yang tak karuan

Waktu yang tepat

Hari ini dunia bergembira
Alam pun juga ikut tertawa
Karena pada hari ini
Umur Islam semakin bertambah

Sudahkah kita intropeksi diri
Atas perbuatan yang telah kita lakukan
Sudahkah kita fikirkan
Apa yang harus kita persiapkan
Untuk meraih kebahagiaan
Di masa yang akan datang

Sekarang adalah waktu yang tepat
Mengembalikan sebuah martabat
Dengan bermodalkan taat
Taat yang sesungguhnya

Kita harus berserah diri
Memohon ampun pada Ilahi
Agar rahmat tak berhenti
Agar hidup tetap berarti

Tuhan pasti senang
Tuhan pasti takkan berang
Melihat kelakuan manusia
Yang semakin baik saja